Selasa, 25 Juni 2013

K.H. M. Baqir Marzuki (Guru Bagir Marzuki)

1. Nama Al-Maghfurllah
As-syekh Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Khotib Sa’ad bin Abdurrohman bin Sulthon yang diberikan gelar dengan “Laksmana Malayang” dari salah seorang sulthon tanah melayu yang berasal dari negeri Fatani Thailand Selatan.
2. Nama Ibundanya
Al-Marhumah Hajjah Fathimah binti Al-Haj Syihabuddin Maghrobi Al-Madura, berasal dari Madura dari keturunan Ishaq yang makamnya di kota Gresik Jawa Timur. Al-Marhum Haji Syihabuddin adalah salah seorang khotib di masjidf Al-Jami’ul Anwar Rawabangke (Rawa Bunga) Jatinegara Jakarta Timur.
3. Masa Kecil Al-Maghfurllah
As-Syekh Ahmad Marzuqi dilahirkan pada malam Ahad waktu Isya tanggal 16 Romadhon 1293 H di Rawabangke (Rawa Bunga) Jatinegara Batavia (Jakarta Timur). Usia 9 tahun ayahanda Al-Marhum berpulang ke Rohmatulloh dan diasuh oleh ibunda tercinta yang sholehah dan taqwa dalam suatu kehidupan rumah tangga yang sangat sederhana. Usia 12 tahun beliau diserahkan kepada sorang ‘alim al-ustadz al-hajj Anwar Rohimahulloh untuk mendapat pendidikan dan pengajaran Al-qur’an dan berbagai disiplin ilmu agama Islam lainnya untuk bekal kehidupannya dimasa yang akan datang. Selanjutnya setelah berusia 16 tahun, untuk memperluas ilmu agamanya, maka ibundanya menyerahkan lagi kepada seorang ‘alaim ulama al-‘allamah al-wali al-‘arifbillah dari silsilah dzurriyah khoyrul bariyyah SAW Sayyid “Utsman bin Muhammad Banahsan Rohimahullohu ta’ala.
4. Pergi belajar ke Makkatul Mukarromah
Karena sayyid ‘Utsman Rohimahullohu ta’ala melihat kegeniusannya serta ingatan yang tajam dalam menghafal, yang dimiliki oleh KH Ahmad Marzuqi sehingga beliau menjadi lain dari murid lainnya, maka beliau dikirim ke Makkatul Mukarromah atas seizing ibundanya untuk berkhidmat menuntut ilmu pada para ‘ulama dan udaba’ yang besar di Mekkah. Kesempatan menuntut ilmu tersebut benar-benar dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga, dalam waktu hanya 7 tahun saja beliau telah mencapai segala apa yang dicita-citakannya, yakni menguasai ilmu agama untuk selanjutnya di’amalkan, diajarkan serta dikembangkan.
5. Guru-Guru Al-Maghfurllah
Salah satu factor keberhasilan beliau selain ketekunan, adalah guru-guru beliau ridhwanullohu ta’ala ‘alayhim yang diberkahi, diantaranya adalah :
a) As-Syaikh “Usman Serawak
b) As-Syaikh Muhammad ‘Ali Al-Maliki
c) As-Syaikh Muhammad Amin Sayid Ahmad Ridwan
d) As-Syaikh Hasbulloh Al-Mishro
e) As-Syaikh ‘Umar Sumbawa
f) As-Syaikh Muhammad ‘Umar Syatho
g) As-Syaikh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Makkah)
h) Dan ulama-ulama lainnya RHM.
6. Kembali ke Batavia (Jakarta)
Setelah selama 7 tahun beliau mukim di Makkah, kemudian datang sepucuk surat dari Sayyid ‘Utsman yang meminta agar Syaikh Ahmad Marzuqi dapat kembali ke Jakarta, maka pada tahun 1332 H atas pertimbangan dan persetujuan guru-gurunya di Makkah beliau kembali pulang ke Jakarta dengan tugas menggantikan Sayyid ‘Utsman (guru beliau) dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada murid-muridnya. Tugas yang diamanatkan ini dilaksanakan sebaik-baiknya hingga sampai sayyid ‘Utsman berpulang ke Rohmatulloh.
7. Pindah ke Kampung Muara
Kemudian pada tahun 1340 H beliau melihat keadaan di Rawa Bangke (Rawa Bunga) sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengembangkan agama Islam, karena lingkungannya yang sudah rusak. Selanjutnya Syaikh Ahmad Marzuqi segera mengambil suatu keputusan untuk berpindah ke kampong Muara. Disinilah Al-Marhum mengajar dan mengarang kitab-kitab di samping memberikan bimbingan kepda masyarakat. Nama dan pengaruhnya semakin bertambah besar, karena bimbingannya banyak orang-orang kampung memeluk agama Islam dan kembali ke jalan yang diridhoi Allah SWT. Tak hanya itu, para santri dan pelajar banyak berdatangan dari pelosok penjuru untuk menimba ilmu kepada beliau. Sehingga tepat kalau akhirnya kampong tersebut dijuluki “Kampung Muara”, karena disanalah muaranya orang-orang yang menuntut ilmu.
8. Berpulang Ke Rohmatulloh
Pada pagi hari jum’at yang amat sejuk, jam 06.15 WIB tanggal 25 Rajab 1352 H dengan husnul khotimah penuh kebahagiaan syaikh Ahmad Marzuqi rohimahullohu ta’ala kembali berpulang ke pangkuan Allah SWT. Jenazahnya dikebumikan sesudah sholat Ashar yang dihadiri oleh para ‘ulama dari berbagai lapisan masyarakat, yang jumlahnya amat banyak sehingga belum terjadi saat-saat sebelumnya. Acara sholat jenazahnya di imami oleh Sayyid ‘Ali bin Abdurrohman Al-Habsyi (Habib ‘Ali Kwitang). Suatu tanda kebaikannya adalah malam jum’atnya turun hujan yang teramat deras dan siangnya mendung tiada hujan.
Catatan Tambahan :
  • Akhlaqnya : gemar menyambung silaturrohim, menghormati orang yang hina dan yang mulia, mensyukuri yang banyak dan sedikit, pemurah dan tawadhu’, cinta kepada fuqoro’ dan masakin, suka membaca Al-Qur’an dan Dalaailulkhoyrot.
  • Kitab yang beliau karang :
ü Zahrolbasaatin fibayaanillaili wal barohin (1348 H)
üTamrinulazhan al-ajmiyah fima’rifatitirof minal alfadzil‘arobiyah (1348 H)
ü Miftahulfauzal’abad fi’ilmil fiqhul Muhammada (1350 H)
ü Tuhfaturrohman fibayaniakhlaqi bani akhirzaman
ü Sabilittaqlid
ü Sirojul Mubtadi.
Mudah-mudahan Allah mengasihi serta menempatkan beliau, dan kita semua dalam syurga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar